Memetakan Peran Procurement

Perekonomian sebuah negara dibagi menjadi 3 sektor utama yaitu

  1. Sektor Primer
  2. Sektor Sekunder
  3. Sektor Jasa

sectors-of-the-indian-economy-1-3-638

Sektor Primer mengacu pada perusahaan yang usahanya mengambil material langsung dari bumi misalnya tambang, pengeboran, pertanian, perikanan dlll

Sektor Sekunder mengacu pada perusahaan yang memproduksi atau memproses bahan mentah menjadi sebuah produk jadi misalnya pabrik mobil, perusahaan konstruksi, pabrik mesin, perusahaan FMCG dll

Sektor Jasa mengacu pada perusahaan yang menyediakan berbagai macam jasa untuk mendukung berbagai kegiatan ekonomi misalnya perbankan, perusahaan logistic, perusahaan pemasaran, perusahan IT service, retail, pendidikan, training, periklanan, pariwisata dll

Perusahaan di sektor primer jumlahnya lebih sedikit dan biasanya adalah perusahaan besar sebut saja seperti Freeport, Newmont, Vale Inco, Pertamina, Exxon, Indika Energy, Kaltim Prima Coal, British Petroleum dll, sedangkan perusahan di sektor sekunder lebih banyak lagi dan biasanya adalah tidak sebesar perusahaan di sektor primer seperti Toyota, Unilever, Wings, Wijaya Karya, Adhi Karya, Dahana dll, sementara perusahaan yang menyediakan sektor jasa ada banyak sekali ( bisa menyebutkan sendiri kan?)

Jadi seorang staf procurement di sektor primer, sektor sekunder dan sektor jasa pada umumya rentang gajinya berbeda karena tingkat kesulitan pekerjaan, nilai transaksi dan tanggung jawabnya berbeda juga tetapi yang dituntut biasanya sama yaitu mengurangi biaya produksi dan mempercepat lead time.

Namun walaupun yang dituntut sama tetapi strategi di setiap industri berbeda. Beberapa contoh strategi perusahaan yang sangat terkait dengan peran bagian Procurement adalah di tahun 1981 IBM memutuskan untuk fokus pada bisnis inti mereka yaitu design dan memproduksi IT sistem sedangkan produksi operating softwarenya di outsource ke Microsoft. Contoh lain adalah IKEA. Untuk mengurangi biaya produksinya, IKEA membentuk 30 kantor pembelian di berbagai negara dengan tujuan untuk mengefektifkan biaya logistik dan mengurangi biaya inventorynya.

Jadi poin penting dari tulisan saya ini, pertama kita harus paham kita ada di industri apa, kita harus paham setiap industri punya strategi sendiri untuk bisa bertahan dan adaptasi dengan perubahan dan yang ketiga Anda harus mau terus belajar dan berinvestasi pengetahuan dan ketrampilan

Kenapa harus terus belajar dan berinvestasi ? Charles Darwin pernah menulis sbb:

It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change

Satu-satunya cara kita bisa beradaptasi dengan perubahan jika kita mau terus belajar

Tertarik berlangganan artikel joshuaratadhi.com via Whatsapp? silakan click link iniĀ Langganan via Whatsapp

Leave a Reply